Definisi Korosi

Definisi korosi yang telah berkembang sampai sekarang ini sudah dapat dikatakan saling mendukung satu dengan lainnya. Berbagai pendapat tentang definisi korosi yang telah diungkapkan oleh ilmuwan memiliki inti sari yang sama. Oleh sebagian orang korosi biasa disebut dengan karat (rust).

Korosi adalah suatu pokok bahasan yang menyangkut berbagai disiplin ilmu, atau dengan kata lain, ini menghubungkan unsur-unsur fisika, kimia, metalurgi, eletronika dan perekaysaan. Kebanyakan dari yang berkecimpung adalah yang mempunyai latar belakang dari salah satu ilmu itu tetapi tidak semuanya. Jadi seorang pakar elektrokimia tidak harus mendalami aspek-aspek korosi dari segi metalurgi atau rekayasa, begitu pula sebaliknya (Tretheway dan chamberlain, 1991).

Gustavo, 2003 mendefiniskan korosi sebagai reaksi kimia/eletrokimia diantara material, yang sering kali metal ataupun campuran dan lingkungannya yang menghasilkan detonasi dari material dan propertiesnya.

Definisi lain dari korosi adalah kumpulan dari keseluruhan proses dengan jalan dimana metal atau alloy yang digunakan untuk material struktur berubah bentuk dari bersifat metal menjadi beberapa kombinasi dari kondisi yang disebabkan interaksi dengan lingkungannya. Dengan demikian korosi diartikan juga sebagai kerusakan atau keausan dari material akibat terjadinya reaksi dengan lingkungan yang didukung oleh faktor-faktor tertentu (Supomo, 2003).

Dari berbagai pendapat dari pendefinisian korosi diatas, secara eksplisit berbeda berdasarkan perkembangan akan ilmu korosi. Namun dapat dikatakan memiliki inti sari yang sama yaitu fenomena degradasi bahan (umumnya pada logam) karena berekasi dengan lingkungannya.

Prinsip Terjadinya Korosi

Beberapa ahli berpendapat bahwa pengkaratan tidak hanya terjadi pada logam saja, non logam juga mengalami korosi yang kemudian digolongkan kedalam korosi non logam. Sebagai contoh, lunturnya warna cat akibat adanya sengatan matahari, kendorya karet akibat pengaruh panas dan cuaca, lapuknya konstruksi berbahan kayu akibat adanya jamur dan masih banyak lagi contoh korosi non logam lainnya.

Sedangkan korosi pada logam dibedakan menjadi dua kelas yaitu “basah” dan “kering”. Pada korosi kering, korosi terjadi pada gas/logam penghubung (metal surface) dan air tidak banyak mempengaruhi reaksi yang terjadi. Pada basah, alat penghubungnya adalah metal/solution. Sedangkan berdasarkan bentuknya, korosi pada logam dibedakan menjadi dua grup yaitu korosi “general/umum” dan “Localized/terpusat” (Fontana, 1986).

Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya suatu proses korosi adalah :

A. Material Konstruksi

Material yang digunakan dalam konstruksi memiliki nilai mendasar dalam menentukan umur dan kekuatan dari konstruksi. Pemilihan material yang sesuai akan mengurangi dampak negatif dari korosi.

B. Kondisi Lingkungan/Media

Kondisi lingkungan dimana material suatu konstruksi akan dibuat, juga harus dipertimbangkan. Karena berkaitan erat dengan proses dan kecepatan media korosi. Material untuk kondisi air laut berbeda dengan kondisi air tawar. Sehingga dapat dikatakan korosi yang timbul dipengaruhi oleh media korosif yang ada disekitar.

C. Bentuk Konstruksi/Susunan

Bentuk konstruksi yang biasanya diabaikan oleh sebagian orang memiliki efek terhadap proses korosi yang tidak sedikit dampak negatifnya. Karena sedikit banyak berpengaruh terhadap kecepatan korosi.

D. Fungsi Konstruksi

Konstruksi baja untuk operasi suhu tinggi (high temperature) dibandingkan dengan untuk operasi suhu rendah (low temperature) akan memiliki perlakuan yang berbeda dalam pertimbangan menentukan material diawal.