Cutting steel plate pada proses pembangunan kapal

Cutting steel plate

pemotongan pelat/ cutting steel plate pada proses pembangunan kapal dilakukan pada proses fabrikasi, terdapat beberapa metode dalam melakukan pemotongan pelat baja di galangan kapal. yatu secara umum dapat dibagi menjadi 2 cara yaitu mechanical cutting dan thermal cutting.

Mechanical Cutting

Mechanical Cutting steel plate artinya dalam pemotongan pelat dilakukan dengan mekanis, yaitu pemotongan dilakukan dalam proses dingin (tidak melalui proses panas). adapun keunggulan dari mechanical cutting ini adalah hampir tidak ada perubahan mechanical properties pada perlat yang dipotong, namun kekurangannya adalah terbatas pada pelat yang tipis (terbatas) untuk metode guillotine dan membutuhkan proses yang lama untuk metode gergaji atau saw. adapun gambar dari guillotine dan saw untuk pelate adalah sebagai berikut:

cutting plate
guillotine untuk pelat
cutting plate
saw machine

cara kerja guillotine adaah menggunakan ketajaman pisau dengan menggunakan tekanan secara vertikal sehingga pelat terpotong, untuk proses saw machine pelat digergaji menggunakan pisau bergerigi sehingga pelat terpotong sedikit demi sedikit, biasanya dalam proses saw terdapat pendingin cair yang bertujuan mendinginkan dan menghilangkan panas yang diakibatkan oleh gesekan antara gergaji dan pelat.

Thermal Cutting

pada thermalCutting steel plate proses pemotongan menggunakan proses panas, dalam proses thermal cutting dibagi menjadi beberapa tergantung pada :

  • proses fisik pemotongan
  • sudut mekanisasi
  • tipe sumber energi
  • pengaturan pendingin (dalam hal ini biasa digunakan air)

secara umum, flame cutting dibagi menjadi 3 yaitu flame cutting, plasma cutting, dan laser beam cutting.

Flame Cutting

yang saya jelaskan adalah flame cutting yang biasa digunakan di Indonesia adalah menggunakan flmae cutting yaitu proses pemotongan menggunakan panas (acytilene) yang dibantu dengan tekanan oksigen, proses ini juga bisa diautomasi biasanya menggunakan rel, bentuk nozzle juga disesuaikan dengan material pa yang akan dipotong serta berapa tebalnya, untuk automasi yang menggunakan rel biasanya menggunakan high speed cutting nozzle (tekanan 8 bar) sedangkan menggunakan tangan menggunakan hand held torch nozzle mempunyai kapasitas 5 bar.

Cutting steel plate

Cutting steel plate
term flame cutting

dalam proses flame cutting konduktivitas termal material harus cukup rendah untuk terus menjaga suhu pengapian, Selain itu, bahan tersebut tidak boleh meleleh selama oksidasi atau membentuk oksida peleburan tinggi, karena ini akan menghasilkan permukaan pemotongan yang sulit.dengan kata lain hanya baja dan titanium yang memenuhi kriteria untuk proses pemotongan flame cutting.

preheating dilakukan untuk baja yang mempunyai kadar carbon sebesar 1,6% dikarenakan kandungan karbon yang tinggi membutuhkan panas yang lebih besar, seperti yang telah kita ketahui semakin tinggi kandungan karbon nya maka baja tersebut semakin keras. terdapat persyaratan persyaratan material yang harus dipenuhi dalam proses flame cutting.

Electrical gas discharge Flame Cutting

pemotongan dengan menggunakan electrical gas dibagi menjadi :

  • – plasma cutting with non-transferred arc
  • – plasma cutting with transferred arc
  • – plasma cutting with transferred arc and secondary gas flow
  • – plasma cutting with transferred arc and water injection
  • – arc air gouging
  • – arc oxygen cutting

Cutting steel plate

Biasanya digalangan kapal dikenal gojing / gouging yaitu penggunaan karbon dan udara bertekanan untuk proses pemotongan material. kekurangan dari metode ini adalah penggunaan elektroda karbon yang cukup banyak serta menimbulkan suara yang bising.

Cutting steel plate

pada proses plasma cutting digunakan jet plasma untuk melakukan pemotongan, karakteristik dari plasma cutting adalah bentuk potongan yang berbentuk cone dan mempunyai bentuk rounded di bagian dalam (plasma entry zone). untuk mengurangi panas, dan mengurangi emisi dari torch plasma, biasanya diberikan gas atau air dalam bentuk selimut .

ada juga yang pemotongan plasmaa yang dilakukan dibawah air, yang biasa disebut underwater cutting, guna dari air adalah menangkap gas, debu dan jg noise yang ditimbulkan dalam proses pemotongan. efek yang lain adalah mendinginkan permukaan material sehingga hasil potongan yang dihasilkan lebih bagus.

keuntungan penggunaan plasma cutting adalah kecepatan potong pada pelat antara ukuran 3-12mm

Laser beam Cutting

pada proses pemotongan menggunakan laser beam digunakan laser dalam proses pemotongannya.

adapun macam macam dari laser cutting adalah:

– laser beam combustion cutting,
– laser beam fusion cutting
– laser beam sublimation cutting,

laser beam combustion cutting, 

– the laser beam is focused on the workpiece surface and the material burns in the oxygen jet starting from the heated surface materials:
– steel aluminium alloys, titanium alloys cutting gas: – O N Ar
criteria:
– high cutting speed, cut faces with oxide skin

laser beam fusion cutting

– the laser beam melts the entire plate thickness (optimum focus point 1/3 below plate surface)
– high reflection losses (>90%)
materials:
– metals, glasses, polymers cutting gas:
– N , Ar, He
criterions:
– cutting speed is only 10-15% in comparison to cutting with oxygen jet, characteristics melting drag lines

laser beam sublimation cutting,

– spontaneous evaporation of the material starting from 10 W/cm with high absorption rate and deep-penetration effect
– metallic vapour is pressed from the cavity by own vapour pressure and by a supporting gas flow
materials:
– metals, wood, paper, ceramic, polymer

cutting gas:
– N , Ar, He (lens protection)
criteria:
– low cutting speed, smooth cut edges, minimum heat input

Facebook Comments