Floating Cottage / Villa


Kemarin pada saat Kuliah Manajemen strategik yang diharuskan membuat sebuah Bisnis Plan di bidang maritime,  salah satu kelompok PT. Nusa Bika yang terdiri dari

Samsul Latif                4112100012
Nurul Hidayati
          4112100020
Mikael Anggoro
         4112100060
M. Habibi           
         4112100113
membuat sebuah bisnis plan yang berisikan dibawah ini:

Visi :

We want to be developer of floating cottage with the biggest network in the world

Misi :

  • Menciptakan hunian apung yang indah dan nyaman
  • Membuat suatu bangunan apung yang memiliki nilai keindahan yang tinggi
  • Menjaga kehidupan dan keindahan ekosistem setempat
  • Menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen
  • Ekspansi ke luar negeri

TUJUAN RENCANA BISNIS

  1. Dari Segi Pembiayaan

Rencana bisnis ini berupa jasa dengan menyewakan rumah berupa floating cottage dan paket wisata. Paket wisata yang disediakan antara lain wisata pemandangan bawah laut melalui basement rumah, wisata mengelilingi pulau, melihat angkasa dengan teropong, dll. Biaya yang dibutuhkan untuk bisnis ini adalah biaya investasi untuk pembangunan hotel berupa floating cottage, biaya pengoperasian hotel dan biaya sarana dan prasarana wisata. Dana untuk investasi awal didapat dari pinjaman melalui lembaga perbankan.

Bisnis ini diperuntukkan untuk kalangan menengah keatas, karena biaya paket wisata dan penginapan yang ditawarkan cukup tinggi. Dengan khususnya konsumen yang dituju, dan bisnis yang tergolong baru namun sedang marak di mancanegara, harapannya bisnis ini akan cepat dalam pengembalian modal usaha. Karena termasuk bisnis yang baru, maka peluang bisnis Floating cottage ini cukup menjanjikan. Belum adanya pesaing dalam bisnis ini dan wisata bahari yang sekarang sedang menjadi primadona diharapkan menjadi daya tarik yang tinggi bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Keuntungan yang didapat setiap bulannya akan digunakan untuk pelunasan dana pinjaman selain untuk biaya operasional hotel dan paket wisata.

  1. Dari Segi Operasi

Bisnis Floating cottage dari segi operasinya direncanakan untuk pangsa pasar dari kalangan menengah keatas. Biaya pembangunan dan pengoperasian yang tinggi menyebabkan biaya paket wisata dan penginapan floating cottage menjadi tinggi. Floating cottage ini dioperasikan di daerah wisata Raja Ampat tepatnya pada daerah Salawati dan pada Pulau Bali tepatnya pada pulau Tanjung Benoa dan Nusa Penida.

Sasaran bisnis untuk kalangan menengah keatas yang dimaksud sesuai dengan yang dikutip dari Asia Development Bank, kalangan menengah keatas merupakan masyarakat dengan pengeluaran per kapita per hari sebesar USD 10 sampai dengan USD 20. Dengan rentang pengeluaran tersebut didapatkan jumlah kelas menengah atas Indonesia sebanyak 134 juta orang (2010) atau sekitar 56 % dari seluruh penduduk Indonesia.

Selain sasaran bisnis untuk masyarakat menengah atas Indonesia, bisnis floating cottageini juga membidik para wisatawan asing yang berkunjung di Indonesia. Untuk ukuran harga sewa floating houseper malamnya dikenai biaya 4 juta rupiah bagi wisatawan asing. Harga yang demikian termasuk terjangkau, contohnya saja untuk harga hotel bintang lima di Singapura per malamnya dikenai biaya 5 juta rupiah. Hal ini tentu akan meningkatkan minat wisatawan asing untuk menginap di floating houseyang setara dengan hotel bintang lima.

  1. Mandiri

Setelah dana pinjaman selesai dikembalikan, diharapkan hotel ini akan menjadi mandiri dan berkembang dengan membuka bisnis yang lain. Tidak menutup kemungkinan nantinya akan menjadi produsen dari pembuatan floating house.

COMPANY HISTORY

IndonesianFloatingCottage untuk menjadi developerrumah apung (floating cottage) pertama di Indonesia yang memiliki pemandangan laut  yang paling indah di dunia dengan mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan keindahan pemandangan alam lautnya.  Menciptakan rasa puas dan senang kepada pelanggan dengan kenyamanan floating cottage. Indonesian FloatingCottage memberikan berbagai pilihan pelayanan  kepada pelanggan antara lain peyewaan floating cottage ataupun kamar dan paket wisata laut dengan penginapan.

Bisnis ini diprakarsai oleh empat orang antara lain Samsul Latif, Nurul Hidayati, Mikael anggoro dan Mohammad Habibi serta diketuai oleh Mikael Anggoro yang nantinya akan menjadi Direktur Utama diperusahaan ini. Keempat founder ini memiliki kemampuan menajerial yang sangat baik sejak menjadi mahasiswa diperguruan tinggi di Institut Teknologi sepuluh Nopember. Selain itu founder tersebut memiliki kemampuan untuk menemukan peluang untuk direalisasikan serta dikembangkan untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi.

Proses pembangunan floating cottage ini direncanakan akan mulai dibangun pada bulan Pebruari 2016 dan diselesaikan pada bulan Nopember 2016. Floating cottage ini direncanakan akan dibangun di graving dock PT. PAL Indonesia sebagai galangan utama yang akan membangun floating cottage ini yang mengutamakan kualitas serta memiliki fasilitas terbaik di Indonesia dan memiliki kapasitas galangan dengan lebar 30 m dan panjang 150 m.

Kantor utama IndonesianFloating cottage berlokasi di kota Denpasar, Pulau Bali Indonesia. Bisnis ini bergerak di bidang jasa penyewaan kamar floating cottage, dan juga paket wisata laut di wilayah lautan di Indonesia. Selain itu PT. Nusa Bika juga memberikan layanan untuk mendesain floating cottage serta pembangunan konstruksi floating cottage terebut. Modal awal yang selain digunakan untuk membangun floating house juga digunakan untuk membangun kantor utama yang berada dikawasan Denpasar, Bali. Kantor utama terletak di Jalan Drupadi VI, Denpasar, Bali.

Indonesian floating cottage  memiliki 2 kamar yang terbagi dalam 2 lantai, yaitu lantai bawah air untuk kamar tidur dan lantai atas untuk ruang rekreasi. Pengunjung terdiri dari wisatawan lokal dari Indonesia sendiri maupun wisatawan asing. Dengan kamar dibawah air, pengunjung dapat menikmat secara langsung keindahan alam bawah laut wisata wilayah alam laut dari kamar mereka serta terdapat fasilitas penunjang untuk para pengunjung melakukan diving ataupun snorkling. Dengan kamar yang berada di atas air pengunjung dapat menikmati keindahan alam kepulauan Raja Ampat.

Perusahaan kami mentargetkan minimal terdapat 2800 kamar tersewakan dalam satu tahun pertama (2017). Serta terus mengalami peningktan menjadi 5600 kamar tersewa pada tahun kedua.


 

BUSINESS DESCRIPTION

IndonesianFloatingCottage menawarkan hunian dengan fasilitas mewah yang siap melayani pengunjung dengan gaya ruang elegan dan suasana baru untuk menikmati keindahan alam bawah laut. IndonesianFloatingCottage ini akan dilokasikan di tiga tempat di Indonesia, yakni di Nusa Penida dan Tajung Benoa, Bali serta di Salawati, Raja Ampat.

IndonesianFloatingCottage akan menarik wisatawan dari berbagai kalangan dan usia. Dengan menyuguhkan hunian yang berbeda, pengunjung dapat langsung menikmati keindahan alam bawah laut langsung dari dalam ruang floatinghouse. Berbagai fasilitas pendukung untuk menikmati keindahan alam bawah laut siap disuguhkan untuk pengunjung seperti peralatan snorkelingyang lengkap serta adanya teleskop bintang untuk menikmati malam di lautan. Selain itu keberadaan floating cottage di tiga lokasi ini dipastikan akan memudahkan berbagai akses untuk menikmati tiap sudut keindahan daerah tersebut. Keindahan menikmati pemandangan sekitar floating cottageini akan dirasakan dalam 360o, sehingga pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan bawah laut dan keindahan alam sekitar floating cottage.

IndonesianFloating Cottage dibangun oleh sekumpulan pebisnis muda Habibi, Samsul, Nurul, dan Mikael. Keempatnya memiliki saham sama rata. Biaya awal akan meliputi pembangunan floating cottage dan pembangunan kantor untuk perusahaan. Pembangunan floating cottage akan membutuhkan biaya besar untuk biaya awal ini. Dimana selain biaya untuk pembangunannya, biaya ini meliputi fasilitas yang akan disuguhkan di dalam floating cottage tersebut.


PRODUK DAN JASA

Pada floating cottage ini, kami menggabungkan dua konsep pembangunan bangunan laut dengan bangunan sipil dimana kami memperhatikan teori bangunan kapal dengan gaya arsitektur dan interior yang elegan untuk menarik perhatian dari penghuni. Floating cottage dengan dimensi panjang 9 m, lebar 7 m, dan tinggi 6 m dimana saratnya 3 m akan kami bangun pada awal sebanyak 7 bangunan dengan 6 floating cottage dan 1 bangunan untuk restaurant dan kantor. Floating cottage memiliki 2 kamar yang terbagi dalam 2 lantai, yaitu lantai bawah air untuk kamar tidur dan lantai atas untuk ruang rekreasi.

Pada awalnya, kami ingin membuka bisnis ini pada 3 tempat terlebih dahulu untuk memulai bisnis ini yakni, di Nusa Penida, Raja Ampat, dan Tanjung Benoa. Ketiga tempat berbeda ini kami pilih sebagai awal pengenalan bisnis ini karena melihat potensi mulai dari wisata dan keindahan baharinya. Kami mengembangkan floating cottage ini dengan memberikan fasilitas yang menarik dan nuansa yang berbeda dengan rumah pada umumnya karena rumah ini mengapung di atas laut. Dengan floating cottage ini dapat memanjakan para penghuni dengan melihat keindahan alam bawah laut dan tempat hunian yang nyaman.

Dengan melihat potensi wisatawan yang ada di Indonesia, tentu berpotensi sangat tinggi akan wisatawan baik lokal maupun mancanegara sehingga bisnis ini akan sangat berkembang. Menyediakan fasilitas penginapan yang juga memanjakan para pengunjung dengan keindahan bawah laut ini tentu target pasar kami adalah golongan ekonomi kelas atas. Tidak hanya wisatawan lokal target yang ingin kami capai, akan tetapi juga mencakup wisatawan mancanegara.

Dengan pelayanan 24 jam kami berikan kepada pengunjung sehingga pengunjung bisa menikmati pelayanan kami dengan puas. Fasilitas disetiap rumah terdapat 2 kamar tidur yang masing-masing dilengkapi dengan AC, kulkas, telepon, Wi-fi, TV LCD, kamar mandi, shower panas, dining room. Gaya interior dengan warna pada dinding kamar yang monochrome, dengan dekorasi dinding frame, lantai kayu natural. Pada luar floating cottage kami juga menyediakan fasilitas restaurant, meeting room, gazebo, security.

Selain itu, kami juga menyediakan fasilitas di luar hotel berupa paket wisata laut yakni diving, snorkeling dan menyediakan boat untuk keliling pulau. Tidak hanya paket, tetapi pengunjung juga dapat memilih paket yang telah disediakan atau memilih secara custom fasilitas yang disediakan. Dengan memilih secara custom bisa memberikan kepuasan tersendiri kepada pengunjung karena dapat memilih sesuai keinginan dari pengunjung untuk menikmati fasilitas-fasilitas wisata di luar floating cottage.

MARKET ANALYSIS

Baik Bali maupun Raja Ampat mengandalkan wisata bahari sebagai tulang punggung sektor pariwisata. Keanekaragaman hayati yang tinggi dan pemandangan alam yang luar biasa menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali maupun Raja Ampat. Untuk daerah Kepulauan Raja Ampat, para wisatawan biasanya tinggal di resort yang ada di Waigeo Selatan (P. Mansuar) namun sebagian besar tinggal di atas kapal (liveaboard) dengan waktu lama tinggalnya 10 sampai 21 hari atau maksimum tiga minggu. Wisatawan asing banyak yang tinggal di atas kapal (liveaboard) karena mereka mengikuti paket kunjungan (paket liveaboard) yang disediakan perusahaan penyedia jasa pariwisata. Musim kunjungan wisatawan liveaboard ke Raja Ampat adalah mulai dari bulan September sampai bulan Mei setiap tahunnya. Liveaboard yang beroperasi di Raja Ampat berjumlah 18 kapal dan yang sudah resmi terdaftar/melapor kepada Dinas Pariwisata sebanyak 10 kapal. Dengan alasan ini maka floating cottage siap untuk bersaing.

Menurut data Dinas Budaya dan Pariwisata Raja Ampat dalam metrosuryanews.com tercatat, tahun 2008 jumlah wisatawan  sekitar 2 ribu orang dan mengalami peningkatan sebanyak 3.855 orang di tahun 2010, tahun 2014 jumlah ini terus bertambah sebanyak 15 ribu orang. Berdasarkan banyaknya jumlah penjualan PIN (tarif masuk wisata) pertahun, tahun 2013 wisawatan Raja Ampat mencapai 11.137 pengunjung. Ini menunjukkan bahwa alam Raja Ampat semakin hari semakin memikat untuk memanjakan mata.

Untuk data pengunjung Pulau Bali dari tahun ke tahun selalu megalami peningkatan. Seperti dikutip dari BPS (Badan Pusat Statistik) Bali, persentase kenaikan jumlah wisatawan mancanegara dari tahun 2013 sampai 2014 meningkat sebesar 3.73%.

kalau ada yang berminat silahkan menghubungi CP di atas 😀

Facebook Comments