Adab Murid dihadapan Guru

seorang murid harus terlebih dahulu mengucapkan salam kepada guru, tidak banyak bicara dihadapannya, bisa mengambil hatinya, sehingga mau memberikan ilmu yang dimiliknya, bersikap hormat kepadanya agar ia sabar dalam menyampaikan ilmunya, memperhatikannya seperti memperhatikan orang tuanya sendiri, sungguh-sungguh dalam melayaninya, mengetahui haknya, dan memuliakannya.

ia harus duduk dihadapan guru dengan sikap sopan, penuh perhatian, mendengarkan dengan baik dan diam, tidak menggerak-gerakkan kedua tangan dan kakinya, tidak menengok ke belakang, tidak sibuk mengobrol dengan sesama murid, tidak segera memberi salam kepada siapapun sebelum kepadanya, tidak mengatakan perkara yang tidak diminta, tidak mengatakan sesuatu untuk menentang perkataannya dengan menyatakan bahwa pendapat si anu berbeda dengan pendapatnya, tidak mengemukakan pendapat yang berbeda darinya dengan maksud dianggap lebih mengetahui kebenaran dibanding sang guru,tidak bertanya kepada- dan berbicara dengan – teman sebangku di dalam majelisnya, tidak tingak- tengok ke arah samping, tidak banyak bertanya saat ia merasa jemu. bila ia berdiri,berdirilah untuk menghormatinya, tidak memperolok-olok ucapan dan pertanyaannya, tidak bertanya pelajaran sekolah kepadanya pada saat dia dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

hendaklah seorang murid berhati-hati untuk tidak lancang kepada guru walaupun ia bersikap ramah, tidak bersikap lancang walaupun ia bersikap sangat bersahabat, tidak menggunakan kecerdasan untuk menantangnya dan menggunakan kecerdasan itu untuk berbuat dosa. hendaklah ia tidak melampui batas dalam mengagungkannya sehingga bisa menimbulkan kemandegan dan taklid buta pada pendapatnya sehingga memandang ucapannya sebagai dalil walaupun tidak mempunyai landasan dan juga memandang keyakinannya sebagai argumen, walaupun tidak punya argumen karena hal itu akan menyebabkan penerimaan dengan membabi buta. tetapi hendaklah ia bersikap kritis untuk menguji sebuah pendapat dan mengambil pendapat yang paling benar dengan menggunakan timbangan kebenaran.

seorang murid tidak malu bertanya saat pelajaran berlangsung untuk menghilangkan keraguan dan kesamaran, terus menerus mengkaji kitab yang dianjurkan gurudan melaporkan hasil kajian itu kepadanya sehingga semakin sempurna, tidak berpindah ke topik lain yang lebih tinggi sebelum menguasai suatu topik dengan mantap. hendaklah ia mengambil bagian ilmu dari orang yang memiliki kemampuan berupa kecerdasan, tidak mencari reputasi dengan cara mengikuti ulama terkemuka dengan tujuan mencari manfaat dari orang lain, tidak mencari ulama yang jauh bila ulama yang dekat lebih mudah ditemui. banyak orang yang mengikuti orang yang jauh dan meremehkan orang-orang dekat sehingga tidak mengetahui orang yang dicintai dan tidak berpihak kepada orang yang berjasa.

Facebook Comments

Tags: